Usaha Gordyn

Kamis, 10 April 2014

Prospek Usaha Gorden


Sebagian orang mungkin melihat bahwa usaha gorden (gordyn/hordeng) nampaknya bukan usaha yang prospektif untuk digeluti. Disamping kebutuhan gordyn bukan merupakan kebutuhan primer, bahkan hanya merupakan kebutuhan tertier, intensitas orang membeli gordyn pun tidak sering.

Anggapan ini barangkali tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Jika, usaha gorden merupakan usaha yang tidak prospekstif, bagaimana mungkin kita bisa melihat toko-toko gorden tetap eksis, banyak ditemukan dipinggir-pinggir jalan, bahkan di pasar-pasar. Dan yang menarik jumlah toko gorden dan penjual atau tukang gorden semakin hari bukannya berkurang justru malah bertambah, meski pertambahannya tidak sebanyak toko-toko makanan atau kelontongan yang menjual kebutuhan sehari-hari.


Prospektif atau tidaknya sebuah usaha, tidak selalu bisa dilihat dari nilai kebutuhan barang yang dijualnya:primer, sekunder, tertier. Karena nilai kebutuhan itu sendiri juga kadang relatif. Bagi sebagian orang, dalam kondisi-kondisi tertentu kebutuhan tertier seperti gorden bisa saja menjadi kebutuhan sekunder bahkan mungkin jadi kebutuhan primer.

Jadi, jika masih ada pertanyaan, masih prospektifkah terjun atau mengelola usaha gorden? Maka jawabannya tentu saja ya. Satu keluarga mungkin tidak membeli gorden setiap lima tahu sekali, tapi jika anda lihat pembangunan perumahan-perumahan baru, baik dikota-kota maupun di pedesaan, maka kita bisa menyimpulkan bahwa usaha yang satu ini masih sangat bisa diandalkan untuk digeluti dan membuahkan keuntungan. Begitu pula dengan perkantoran, rumah sakit, sekolah, kampus dan berbagai tempat lainnya yang membutuhkan gorden, maka sudah bisa dipastikan, jika anda berminat untuk menggeluti usaha ini, segera anda bulatkan niat, fokuskan perhatian, cari mitra usaha yang bisa membimbing anda dalam mengembangkan usaha gorden, dan anda bisa menyimpulkan sendiri, masih prosfektifkah usaha ini?

Sejarah Gorden (Tirai)


Tirai atau gorden adalah sepotong kain yang digunakan untuk menghalang atau mengurangi cahaya yang masuk dari luar jendela, dan juga untuk menutupi pemandangan dalam maupun luar rumah melalui jendela. Dalam bahasa inggris tirai disebut dengan curtain atau drape (khususnya di Amerika).

Gorden memiliki sejarah yang panjang, sepanjang terciptanya tekstil itu sendiri. Pada zaman dulu, tirai atau gorden pertama yang digunakan terbuat dari kulit hewan dan biasanya tirai tersebut digantung di atas atau dekat pintu. Karena tirai ini terbuat dari kulit binatang, maka tirai tersebut agak kaku dan tidak begitu nyaman tentunya untuk digunakan.

Penduduk asli Amerika Utara pada waktu itu telah menggunakan tirai yang terbuat dari kulit binatang untuk dijadikan tenda. Pintunya dirancang sedemikian rupa agar terbentuk seperti gorden lipat supaya mereka bisa keluar masuk. Selain itu ‘pintu gorden’ ini juga berfungsi utk mencegah debu, serangga atau kotoran kotoran lain yang masuk.

Dengan berkembangnya produksi tekstil, seperti penenunan dan dyeing, evolusi tekstil rumah tangga khususnya untuk kehangatan seperti selimut, tirai, dsb tidak kalah cepat majunya jika dibandingkan dengan berkembangnya pada pakaian. Tekstik pada awalnya terbuat dari linen dan rami, seperti yang digunakan pada Mesir kuno, kemudian diikuti dengan wol, katun dan sutra.

Meskipun peradaban kuno Timur di Persia, Cina dan India telah lama memproduksi tekstil dan digunakan sebagai pintu atau batas untuk memisahkan ruangan dan juga sebagai penutup suatu bagian ruangan yang terbuka, ide-ide ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diaplikasikan ke rumah-rumah Eropa dan Amerika.

Selama masa Perang Salib, perdagangan dengan budaya kuno ini telah memberikan contoh contoh tekstil tenunan berkualitas yang dibawa ke Eropa. Selama berabad-abad, area produksi tekstil di Belanda, Italia, Inggris dan Perancis menjadi terkenal akan sutra, wol katun, dan linennya yang terinspirasi oleh budaya Timur dan yang kemudian diadaptasi untuk selera orang Barat.

Di abad pertengahan, kain sangatlah mahal dan hanya orang orang kaya atau berasal dari kelas atas saja yang dapat memiliki barang-barang tersebut. Tapi setelah era industri dan pengembangan perdagangan tekstil, harga kain mulailah terjangkau. Pada zaman Renaisans, meningkatnya jumlah rumah mulai terlihat lebih mirip dengan rumah pada hari ini. Banyak dari rumah rumah tersebut juga memiliki jendela kaca tapi tanpa penutup sehingga cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa. Untuk sebuah kehangatan dan privasi, orang orang mulai menggunakan kain yang digantung yang kemudian lama lama disebut juga dengan tirai atau gorden. Dan ini juga sekaligus ikut membantu berkembangnya industri tekstil dan membuat harga tekstil turun lebih drastis.

Hari ini anda bisa menemukan beraneka ragam bentuk, model dan bahan tirai yang cantik, dari yang kecil, besar, lebar, halus, lembut sampai ke yang menguras banyak uang untuk memilikinya. Tirai bisa dikategorikan sesuai pada kemudahan pembersihannya, penyerapan suara, tahan api, daya tahannya terhadap ultraviolet, retensinya terhadap minyak atau debu, keawetannya dan sebagainya.

Sumber: http://situsbelanjaonline.com/Gorden/sejarah-gorden.php

Gorden

Gorden adalah nama populer dari tirai atau gordyn atau korden atau hordeng. merupakan sejenis kain yang digunakan untuk menutup bagian jendela atau pintu rumah, kantor, sekolah, rumah sakit dan berbagai penggunaan lainnya.

Selain untuk menutupi bagian yang tampak atau terlihat dari luar, gorden juga berfungsi untuk menciptakan suasana artistik baik dari dalam maupun dari luar ruangan.

Untuk itulah, berbagai ragam dan motif gorden banyak sekali ditemukan dipasaran. Aneka bahan dan kain gorden pun sangat bervariasi.